Minggu, 26 Mei 2013

sang guru sejati


(---------------oo0O0oo---------------)
Sebenarnya ini bukan tentang kematian-Mu
Bukan itu
Karena, kami tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti
Dan kali ini adalah giliran-Mu untuk pergi
Kami sangat tahu itu.
Tapi yang membuat kami tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuat kami menjadi nelangsa setengah mati,
hati kami seperti tak di tempatnya,
dan tubuh kami serasa kosong melompong,
hilang isi.
Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini
Kami selipkan salam perpisahan panjang
pada kesetiaan yang telah Engkau ukir
pada kenangan pahit manis selama Engkau ada.
Kami bukan hendak megeluh
Tapi rasanya terlalu sebentar Engkau disini.
Mana mungkin kami setia padahal memang kecenderungan kami adalah sebagai santri-Mu
Tapi Engkau ajarkan kami kesetiaan, sehingga kami setia.
Engkau ajarkan kami arti cinta, sehingga kami mampu mencintai-Mu seperti ini.
Selamat jalan
Engkau dari-Nya, dan kembali pada-Nya
Engkau dulu ada untuk kami, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan Wahai Guru
Cahaya mata kami
Penyejuk jiwa kami
Selamat jalan
Calon ahli surga... Amin


 
I LOVE GURUNDA